Pertumbuhan Usaha menjadi hal utama dalam sebuah Bisnis, Pedagang yang
mengalami penurunan omset akan selalu merasa gelisah dan mencari
faktor-faktor yang menyebabkan penurunan omset yang dialami usahanya.
kondisi semacam ini dirasakan oleh mayoritas pedagang di Pasar Lambocca
Kecamatan Pa'jukukang Kabupaten Bantaeng. Beberapa tahun terakhir mereka
merasakan usaha mereka semakin sunyi dari pembeli. mereka mencoba
mencari tahu dengan mengevaluasi harga yang mereka tetapkan namun hal
itu bukan penyebab utama dari berkurangnya minat pembeli terhadap barang
dagangannya.
5 tahun yang lalu, mereka dapat menjual terigu dalam satu minggu sampai 6
karung, tetapi sekarang mereka hanya mampu menjual 1 karung terigu
dalam satu minggu. hal ini diungkapkan oleh salah seorang pedagang dalam
sebuah diskusi yang kami lakukan di sekitar pasar lambocca "Sabtu, 28 Pebruari 2016".
Lalu apa yang menyebabkan Usaha anda mengalami penurunan ?. (saya
bertanya pada mereka saat itu), mereka menjawab bervariasi, namun yang
menarik adalah faktor yang menyebabkan pembeli berkurang karena adanya
toko yang menjadi saingan pedagang disekitar pasar. toko tersebut
menggunakan sistem Grosir kepadagang Lambocca sekaligus membuka sistem
eceran dengan harga yang sama dengan pengecer dipasar lambocca dan
sekitarnya. jika kita hanya belihat sepintas ! mungkin hal ini tidak
berpengaruh pengaruh, namun jika mencoba untuk mencermati maka sistem
eceran dan pelayanan ke masyarakat umum yang diberlakukan oleh toko
tersebut dapat berpotensi mengancam usaha barang campuran pedagang
disekitar pasar.
mendengar ungkapan tersebut, saya mencoba menelusuri kebenaran dari
ungkapan pedagang, saya mengunjungi toko tersebut dan membeli sebungkus
Rokok class mild. Harga rokok tersebut RP. 16.000,- di toko tersebut.
kemudian saya membeli barang yang sama di kios pedagang yang ada di
lambocca, harganyapun sama Rp. 16.000,-. hal ini saya konfirmasi ke
pemilik toko dimaksud namun pihaknya menyangkal dan berdalih bahwa harga
eceran kita lebih mahal alias tidak sama dibanding pedagang di
lambocca. hal ini bertentangan dengan fakta yang saya dapatkan barusan.
Penguasaan arena bisnis di lambocca akan berdampak mematikan usaha-usaha
pedagang disekitarnya, hal ini terjadi akibat dari situasi penguasaan
modal lebih banyak dikuasai oleh toko yang mengecerkan barang campuran
itu, bahkan pedagangpun mengambil barang di toko tersebut. kondisi ini
mengarahkan pembeli lebih cenderung ke toko dibanding pedagang karena
harganya sama.
Kondisi tersebut akan memprihatinkan jika dibiarkan lama, bahkan
beberapa pedagang menyampaikan bahwa toko tersebut awalnya hanya
berbisnis hasil bumi. tetapi
saat ini toko tersebut putar haluan dari hasil bumi menjadi perdagangan
barang campuran. hal ini menyalahi perjanjian awal mereka dengan
pedagang sebab mereka mendapat persetujuan usaha dari pedagang karena
usaha hasil Bumi bukan usaha barang campuran.
Tentu kita berharap hal ini dapat diselesaikan tanpa ada yang dirugikan,
maka dari itu penting kiranya pemerintah kabupaten dapat menjadikan hal
ini prioritas yang harus terselesaikan. hal-hal yang dapat dilakukan
untuk keluar dari masalah tersebut adalah adanya kerjasama yang baik
antara toko dan pedagang. bentuk kerjasama ini adalah sebuah kesepahaman
dan jaringan bisnis yang saling menguntungkan.
Lalu seperti apa Bisnis yang saling menguntukan itu ?
Jika memungkinkan, Pihak toko seharusnya tidak memberlakukan sistem
eceran ke masyarakat luas, toko hanya dapat memberlakukan sistem grosir
dan akan lebih menarik jika pedagang disuplai barang dari toko tersebut.
begitupun sebaliknya pedagang memastikan agar barang dagangannya dapat
disuplai dari toko tersebut sehingga pedagang-pedagang kecil ini menjadi
mitra usaha toko dan toko tidak menjadi saingan bagi pedagang kecil.
hanya dengan cara seperti inilah dapat menjami toko dapat berkembang dan
pedagangpun dapat mengalami peningkatan.

0 komentar :
Posting Komentar